Informasi
| Pengarang | : | Adelheid Ira Hapsari Ardianto |
| Penyunting | : | Eko Triono |
| Tata Letak | : | Aulia Eka |
| Halaman | : | VII + 67; 14.8 cm x 21 cm |
| ISBN | : | 978-634-7341-01-3 |
| e-ISBN | : | 978-634-7341-02-0 (PDF) |
| Penerbit | : | Ananta Vidya |
| Cetakan | : | 1 |
| Isi Cetakan | : | hitam putih |
| Tahun | : | 2025 |
| Harga | : |
Pembelian
silahkan Login terlebih dahuluTersedia juga di:
Sinopsis
Cerpen-cerpen dalam Parahyangan bernapas dalam ruang yang tak sepenuhnya nyata, tapi terasa sangat benar. Cerita-cerita dalam buku ini tak sekadar ditulis. Mereka ditarik dari kabut, dari mimpi-mimpi yang tak utuh, dari kenangan yang tak selesai.
Dalam Parahyangan, kenyataan dan keheningan berkelindan. Setiap cerpen seperti lorong samar menuju dunia lain—bukan dunia arwah, tapi dunia batin. Di sana, waktu tak linier, dan perasaan tak selalu punya nama.
Tokoh-tokoh perempuan dalam cerpen-cerpen ini tidak selalu bicara. Tapi diam mereka menggerus. Ada tubuh yang terus berdiri meski dilemahkan. Ada pikiran yang tak berhenti berjalan meski dunia memaksa diam. Di balik cerita-cerita sunyi, tersembunyi revolusi kecil: menolak jadi korban, bahkan jika hanya di dalam hati.
Cerita-cerita ini bukan untuk ditamatkan, tapi untuk diselami. Ada isyarat yang menunggu ditafsir. Ada perasaan ganjil yang tinggal setelah halaman terakhir ditutup. Parahyangan bukan hanya tempat, tapi suasana. Keheningan yang tahu lebih banyak dari mulut siapa pun.
Hak cipta dilindungi Undang-Undang. Dilarang memperbanyak maupun mengedarkan buku dalam bentuk dan dengan cara apapun tanpa ijin tertulis dari penerbit maupun penulis.
