Informasi
| Pengarang | : | Erwin Widiasworo, S.Pd. |
| Penyunting | : | Aulia Eka |
| Tata Letak | : | Gita Ananta |
| Halaman | : | VI + 219 ; 14,8 cm x 21 cm |
| ISBN | : | dalam proses |
| e-ISBN | : | dalam proses |
| Penerbit | : | Ananta Vidya |
| Cetakan | : | 1 |
| Isi Cetakan | : | hitam putih |
| Tahun | : | 2026 |
| Harga | : |
Pembelian
silahkan Login terlebih dahuluTersedia juga di:
Sinopsis
Tidak semua guru yang baik akan selalu disukai.
Ketika ketegasan bisa dianggap kekakuan, disiplin sebagai tekanan, dan keberanian menegakkan nilai dipandang sebagai sikap yang tidak ramah, seorang guru dihadapkan pada hal yang tidak mudah: apakah guru perlu menurunkan prinsipnya hanya agar tetap disukai?
Berani Menjadi Guru yang Tidak Disukai mengajak para pendidik untuk melihat kembali makna keberanian dalam menjalankan profesinya, beradaptasi pada perkembangan teknologi, dan pergeseran karakter generasi. Menjadi guru yang tidak disukai bukan berarti kehilangan empati atau berhenti membangun kedekatan dengan siswa. Justru, terkadang keberanian untuk berkata tidak, menegakkan aturan, mempertahankan standar, dan memberikan kritik yang membangun merupakan bentuk kepedulian yang paling tulus.
Sebab menjadi guru yang baik tidak selalu berarti menjadi guru yang disukai. Namun, selalu berarti berani bertanggung jawab.
Hak cipta dilindungi Undang-Undang. Dilarang memperbanyak maupun mengedarkan buku dalam bentuk dan dengan cara apapun tanpa ijin tertulis dari penerbit maupun penulis.
