Informasi
| Pengarang | : | Deasy Cia |
| Penyunting | : | Cahya Pertiwi |
| Tata Letak | : | Deasy Cia |
| Halaman | : | VII + 1.381 ; 14,8 cm x 21 cm |
| ISBN | : | dalam proses |
| e-ISBN | : | dalam proses |
| Penerbit | : | Ananta Vidya |
| Cetakan | : | 1 |
| Isi Cetakan | : | hitam putih |
| Tahun | : | 2026 |
| Harga | : |
Pembelian
silahkan Login terlebih dahuluTersedia juga di:
Sinopsis
Andre tidak pernah merasa dirinya istimewa. Hingga Laras hadir, dan tanpa banyak suara, mengubah arah hidupnya. Sejak itu, dunia yang sederhana mendadak memiliki pusat—dan pusat itu bernama Laras.
Mereka tumbuh dalam cinta yang tenang. Tidak penuh ledakan, tidak dibangun dari drama. Hanya dua jiwa yang saling memilih, setiap hari, dalam bentuk paling sederhana. Laras memanggilnya Abang, dan dalam panggilan itu Andre menemukan alasan untuk menjadi lebih kuat dari yang pernah ia kira.
Sunya Liris menyimpan jejak mereka. Bukan sebagai tempat yang megah, tetapi sebagai ruang yang tahu bagaimana dua hati pernah saling berjanji tanpa perlu banyak kata.
Namun cinta tidak selalu kalah oleh pertengkaran. Kadang ia diuji oleh sesuatu yang jauh lebih sunyi. Dan pada akhirnya, Andre memahami satu hal yang paling menyakitkan, bahwa mencintai juga berarti memberi kesempatan pada yang kita cintai untuk kembali pada hidupnya sendiri. Maka ia memilih untuk tertinggal di Sunya Liris. Mengosongkan dirinya dari tempat yang paling menyimpan tentang mereka. Bukan karena ia berhenti mencintai, melainkan karena ia ingin Laras pulang tanpa beban. Andre tidak pergi. Ia hanya berpindah ke cara yang berbeda untuk tetap ada. Di ruang yang tak lagi bisa disentuh, ia masih menjadi doa—yang tak pernah diminta, tapi selalu menjaga.
Hak cipta dilindungi Undang-Undang. Dilarang memperbanyak maupun mengedarkan buku dalam bentuk dan dengan cara apapun tanpa ijin tertulis dari penerbit maupun penulis.
