Informasi
| Pengarang | : | Nicolas Manurung |
| Penyunting | : | Febriana |
| Tata Letak | : | Aulia Eka |
| Halaman | : | VI + 155 ; 14,8 cm x 21 cm |
| ISBN | : | dalam proses |
| e-ISBN | : | dalam proses |
| Penerbit | : | Ananta Vidya |
| Cetakan | : | 1 |
| Isi Cetakan | : | hitam putih |
| Tahun | : | 2026 |
| Harga | : |
Pembelian
silahkan Login terlebih dahuluTersedia juga di:
Sinopsis
Saut tahu benar bagaimana rasanya menjadi asing di tanah sendiri. Di tepian Pangururan, ia pernah menyaksikan orang tuanya direndahkan hanya karena kemiskinan, dan martabatnya diukur dari seberapa besar sinamot yang tak sanggup ia penuhi. Luka itulah yang membawanya lari sejauh mungkin, melintasi samudra hingga ke pusat industri Stuttgart, Jerman.
Di tengah gemuruh mesin dan dinginnya Jerman, Saut menjelma menjadi sosok yang tak terkalahkan secara materi dan kedudukan.
Di bawah Langit Toba, Saut harus menghadapi kembali memori pahit masa lalu sambil merajut makna baru tentang silsilah dan kebermanfaatan. Dengan mengandalkan diri sendiri, ia membuktikan bahwa kedaulatan batin seorang laki-laki tidak hanya ditentukan oleh garis darah, tetapi oleh seberapa hangat "ulos" pengabdian yang ia hamparkan bagi sesama.
Hak cipta dilindungi Undang-Undang. Dilarang memperbanyak maupun mengedarkan buku dalam bentuk dan dengan cara apapun tanpa ijin tertulis dari penerbit maupun penulis.






